Aku dan Bangsaku



Indonesia, satu kata yang terdiri dari sembilan huruf itu dapat dikata merupakan kata yang tidak asing bila diperdengarkan, tidak kelu bila diucapkan, serta tidak ragu untuk diperjuangan oleh Saya, Anda dan Kita semua yang mencintai dan menjungjungnya dengan sepenuh hati dan jiwa.Negara dengan keberagaman warisan, negara dengan sejuta kebudayaan serta negara dengan milyaran keindahan alam.
Terlalu banyak keindahan alam yang dimiliki Indonesia. Dan itu, tidak dapat saya sebutkan disini satu per satu. Namun patut kita semua tahu bahwa Pulau Sempu, Mahameru, Kawah Ijen, Gunung Bromo, Gunung Arjuna, Sungai Bono, Pulau Samore, Pulau Raja Ampat sudah diakui dunia sebagai keindahan yang tidak kalah dengan keindahan-keindahan yang ada di korea (pulau jeju), di perancis (menara eiffel) dll. Masih banyak lagi keindahan-keindahan yang dapat kita rasakan seandainya kita dapat memikirkan bahwa Indonesia negara yang sangat indah. maka dari itu, bantu saya untuk menjaga dan merawatnya. Hanya dengan mengenalnya kita sudah menorehkan rasa cinta kita kepada bangsa kita.

            Pemimpin itu harus bisa merangkul seluruh rakyat Indonesia . seorang pemimpin bagusnya berpenampilan menarik. Ini nilai tambah untuk membuat rakyat simpati. Memimpin dengan teladan akan menyingkirkan segala keraguan dalam benak setiap inidividu dalam tim, membangun kepercayaan, dan menguatkan pesan yang ingin kita sampaikan kepada mereka. Tim kita akan lebih mudah memahami apa yang menjadi tujuan besar, dan kemungkinan besar merekapun akan terinspirasi dengan semangat yang ditunjukkan oleh pimpinannya
Selain itu kita ketahui bersama, negara Indonesia memiliki Pancasila sebagai pandangan hidup, cita-cita, & ideologi pemersatu bangsa. Tujuan negara dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 yang sejalan dengan ideologi Pancasila. Artinya, proses pencapaian tujuan harus memperhatikan & mencerminkan watak & ciri wawasan Pancasila.
Tujuan negara yang luhur tentulah menjadi sulit tercapai jika banyaknya perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila. Maraknya korupsi yang terjadi di negeri tercinta ini adalah salah satu contoh penyimpangan nilai Pancasila yang jelas menghambat tercapai tujuan negara. Salah satu unsur tujuan negara yang ternoda karena korupsi adalah memajukan kesejahteraan umum.
Bagaimana mungkin rakyat bisa sejahtera jika korupsi merajelala? Para pelaku korupsi pada umumnya adalah mereka yang menjadi pejabat negara atau mereka yang seyogyanya mengemban amanah untuk mengutamakan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi. Parahnya lagi, para aparat hukum banyak yang ikut menodai tujuan negara tersebut.
Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan belum selesai. Hal itu karena sebetulnya Indonesia belum betul-betul merdeka. Bangsa ini harus bisa merdeka dari belenggu kecintaan berlebihan terhadap duniawi karena akan berujung perbuatan yang menyesatkan atau menyimpang.
Pada realitanya, Indonesia sedang krisis keteladanan bukan? Banyak orang cerdas yang egois untuk kepentingannya sendiri, sementara banyak juga orang yang baik dan bijaksana walaupun ia tidak terlalu cerdas.
orang cerdas yang seharusnya menjadi perumus dan pelaksana solusi bagi bangsa justru dengan kecerdasannya menghancurkan negerinya. Sementara banyak orang baik dan bijaksana yang terkadang tidak dapat memberikan dampak sebab ia tidak tahu bagaimana harus bertindak.
            Menjadi insan yang terpelajar, harapannya dapat mempunyai penguasaan atas bidang ilmu yang akan menyumbangkan solusi untuk Indonesia. Belajar untuk membekali diri, agar perannya bagi bangsa ini tepat dan berdaya guna, , formalitas sebagai pemuda atau ajang coba-coba. Belajar, mempelajari ilmu yang bermanfaat, yang memberi kemudahan bagi semua orang dan disebar luaskan untuk kemaslahatan banyak orang, bukan untuk kepentingan pribadi. . Belajar mempunyai bekal- menginspirasi dan menggerakkan orang lain- merasa perlu untuk lebih banyak menginspirasi maka harus belajar lebih banyak lagi- lebih banyak yang dipelajari, maka yang dapat diinspirasi dan digerakkan akan lebih banyak lagi.
            Dengan menginspirasi, kita berperan dalam sebuah perubahan. Dan mengubah, seharusnya tidak hanya berhenti pada dari semula ‘tidak dilakukan’ menjadi ‘dilakukan’ atau sebaliknya. Melainkan juga, bagaimana agar segala hal yang baik tersebut dapat tertanam secara sadar di diri masing-masing serta menjadi kebiasaan..
Satu tantangan lagi untuk Indonesia, betapa banyak rakyat Indonesia saat ini yang ternyata juga sulit untuk diarahkan. Meskipun fasilitas untuk memperbaiki kondisi bangsa (contoh: pendidikan) yang dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kepedulian sudah semakin banyak, ternyata mayoritas generasi segala usia di bangsa ini sudah terlalu asyik dengan kebiasaan- kebiasaan saat ini (misal: kurang sadar pentingnya sekolah, terlalu banyak mengonsumsi hiburan di media dengan konten yang tidak mendidik, mengabaikan proses belajar dsb), bahkan mereka tidak peduli pada dampak ke depannya atau kalaupun tahu dan sepakat bahwa banyak kebiasaan saat ini yang berdampak buruk bagi masa depan, namun masih belum mau dan mampu bekerja sama untuk mengubahnya.
Setelah keresahan atas berbagai fakta yang menyesakkan dada, maka kita perlu menumbuhkan cinta dan rasa optimis terhadap bangsa ini. Bahwa Indonesia masih mempunyai potensi yang bisa dikembangkan. Dan Indonesia masih mempunyai anak-anak muda yang masih bisa diharapkan untuk kebaikan masa depan. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya.
Maka lakukan yang terbaik untuk bangsa ini dari sekarang, berawal dari diri sendiri, orang-orang terdekat, keluarga, teman, masyarakat. Dan persiapkan masa depan yang baik. Setidaknya dengan mempersiapkan diri menjadi pendidik yang baik. Mempersiapkan calon ibu (dan calon ayah) yang mampu menjadi pendidik yang berkualitas.


0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews

Blogger templates

Blogger news

Search ...

Popular Posts

Blog Suport Kami

My Profil

Popular Posts